Rabu, 16 November 2011

Mengulik Khasiat Teh Bunga

by Johan Sompotan - Okezone
TEH herbal adalah teh yang terbuat dari bahan tumbuhan rempah-rempah kering, atau berasal dari bunga yang dapat dimakan. Bunga yang dapat dimakan tersebut telah digunakan untuk menyeduh teh sejak zaman kuno, seperti di negara-negara Asia, Afrika Utara dan Mediterania. 

Tanaman berupa bunga yang sifatnya harum bisa dijadikan sebagai teh herbal. Menurut "Esensi Teh Herbal dan Floral" oleh Maria El-Baz, teh herbal dari bunga bisa menyembuhkan penyakit khususnya pencernaan terlebih untuk relaksasi. Jenis bunga-bungaan itu seperti melati, chamomile, krisan, serta kembang sepatu. Semua bunga tersebut dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Untuk mengetahui lebih dalam beberapa jenis teh herbal, pemaparan dari
 Ehow di bawah ini bisa Anda simak:

Teh melati

Jasmine
 adalah bunga mekar malam yang selalu hidup di pagi hari, bunga-bunga tersebut yang dicampur dengan daun teh hijau atau putih, kemudian dapat disimpan di tempat dingin sampai malam. Ketika dibuka, teh daun biasa menyerap aroma melati. 

Banyaknya teh hijau yang akan diseduh sangat menentukan tingginya aroma teh tersebut. Prosesnya cukup dengan dua hingga tiga kali untuk hasil proses penyerapannya, sementara kalau ingin menghasilkan aroma yang lebih harum harus dilakukan hingga tujuh kali.
 

Hasilnya, semakin tinggi teh akan membentuk antioksidan dan vitamin C, serta juga dapat membantu menyembuhkan sistem pencernaan.

Teh Hibiscus

Jenis bunga ini adalah jenis bunga kembang sepatu yang berasal dari Afrika Timur, mereka tumbuh di iklim panas dan lembap, seperti di Karibia.
 

Bagian dari bunga yang digunakan untuk membuat teh adalah kelopaknya (kelopak bunga luar) yang disimpan secara utuh, lalu dikeringkan, bisa dengan membuat teh hitam yang disajikan dalam air panas.
 

Hasilnya, teh tart yang dapat dipermanis dengan gula atau madu. Secara alami teh kembang sepatu ini memiliki warna merah tua, dan kadar antioksidan tinggi. Ini dapat mengurangi volume darah, sehingga mengurangi tekanan darah.
 

Krisan

Teh ini sangat populer di negara Tirai Bambu China, teh krisan terbuat dari bunga kering yang dipanen lalu disimpan dalam stoples kaca.
 

Teh ini dibuat dengan menaruh bunga-bunga ini di dalam teko yang berisi air mendidih, Karena pada umumnya di negara China secara terus-menerus mengisi ulang teko teh setelah dikonsumsi, warna teh tersebut adalah berwarna kuning tua.
 

Teh ini pun memiliki kualitas zat dan antiseptik, sehingga bisa digunakan untuk memperkuat hati dan kandung empedu.
 

Kamomil

Teh ini Berasal dari kata Yunani yang berarti "apel hijau", diberi nama chamomile karena tehnya mengeluarkan aroma apel.
 

Tanaman
 chamomile ini paling populer di negara Jerman serta di zaman Romawi, bunga ini bentuknya bermacam-macam dalam bentuk ukuran, namun bunga ini tetap menghasilkan bunga yang sama. 

Bunga-bunga ini biasanya dipanen di tempat, bunga ini sebagai bunga yang membantu menghasilkan teh yang baik untuk dijadikan teh jenis herbal. Caranya, bunga-bunga tersebut dikeringkan lalu dihancurkan kemudian disimpan dalam botol kaca.
 

Membuat teh dari bunga kamomil memerlukan waktu yang agak lama karena bunga tersebut harus ditaruh di dalam air panas mendidih, lalu tunggu sampai air berubah warna menjadi kuning.
 

Teh
 chamomile sangat berkhasiat untuk orang yang sulit tidur, teh ini juga dapat digunakan untuk meredakan hidung tersumbat.

Credit to : Okezone
Rempah Herbal yang Wajib Ada di Dapur
by Wardah Fazriyati

KOMPAS.com - Masakan semakin bercitarasa dengan racikan bumbu atau bahan herbal. Selain serbaguna, 10 bumbu atau bahan herbal berikut ini juga punya manfaat kesehatan. Jadi, pastikan ke-10 herbal ini tersedia di dapur Anda. Tak sulit mencari bumbu-bumbuan ini, karena alam Indonesia memiliki sebagian besar darinya.

1. Kemangi
Kemangi bisa menambah citarasa di sejumlah masakan seperti sup, salad, atau sebagai lalapan. Tak hanya bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, kemangi juga bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan kemangi bisa menghambat reaksi rantai biokimia yang memicu perkembangan kanker. Studi menunjukkan flavonoid yang ada di kemangi membantu melindungi sel-sel dan kromosom dari kerusakan. Dua jenis flavonoid, orientin dan vicenin, berguna dalam melindungi struktur sel dan kromosom dari kerusakan oleh radiasi dan oksigen.

2. Daun salam
Sebuah studi menunjukkan daun salam bisa digunakan sebagai pengobatan diabetes tipe 2 (diabetes yang tidak bergantung pada suntikan insulin sebagai pengobatan). Penderita diabetes tipe 2 membuat tubuh menolak hormon insulin. Padahal hormon ini dibutuhkan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Daun salam bisa membantu mengatur level insulin dalam tubuh. Minyak esensial dari daun salam juga bisa menggantikan parfum. Minyak ini juga bisa digunakan untuk memijat untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah. Minyak esensial daun salam juga bisa digunakan sebagai tonik untuk mengatasi kerontokan rambut. Daun salam juga bisa ditambahkan sebagai bumbu masak untuk menghasilkan rasa yang lebih nikmat. Namun hati-hati saat memakan makanan yang diberikan daun salam. Jangan sampai menelannya karena daunnya yang tajam bisa merusak tenggorokan dan mengganggu pencernaan jika tertelan.

3. Cengkeh
Cengkeh bisa membuat masakan dari nasi atau yang dipanggang menjadi lebih nikmat. Cengkeh mengandung antioksidan yang kuat, dengan manfaat bisa membantu pembuluh arteri bebas dari kolesterol. Menurut riset terkini, mereka yang mengonsumsi cengkeh mengalami penurunan glukosa dalam tubuh, dan memiliki level kolesterol yang baik (trigliserida dan LDL yang baik). Cengkeh juga bisa menyembuhkan masalah penernaan, obat saat muntah, dan diare. Di negara tropis di Asia, cengkeh digunakan sebagai obat kudis, kurap, kolera, malaria, dan tuberkolosis. Dengan kandungan antipasmodik, cengkeh bisa mengatasi ketegangan otot dan dicampur dalam teh untuk mengobati batuk. Manfaat cengkeh memang tak ada habisnya, karena cengkeh juga bisa mengatasi masalah kulit dengan digunakan sebagai obat salep. Cengkeh juga bisa digunakan sebagai obat sakit kepala.
 

4. Bawang putih
Banyak penelitian mengaitkan manfaat bawang putih dengan risiko kanker. Studi yang dilakukan oleh Pennsylbania State University, menemukan bahwa bawang putih mencegah pembentukan sel kanker payudara. Para peneliti di Iowa juga menyimpulkan, mengonsumsi bawang putih setidaknya sekali seminggu bisa mengurangi sepertiga risiko kanker usus pada perempuan. Bawang putih bisa ditambahkan pada berbagai makanan yang manis. Tak perlu khawatir masalah bau mulut setelah makan bawang putih. Anda bisa mengatasinya dengan memanggang bawang putih sebelum memakannya. Atau kunyah saja tangkai seledri setelah makan bawang putih mentah.
 

5. Jahe
Jahe sangat ampuh mengatasi mual dan muntah karena mabuk dalam perjalanan atau kendaraan. Konsumsi 1/4 sendok teh jahe 20 menit sebelum berkendara. Atau buat saja air jahe dengan menggunakan 3-4 irisan jahe yang dicampur dengan air panas. Dalam masakan, tambahkan irisan jahe terutama pada makanan dari daging. 
Jahe juga bisa membersihkan dan mengencerkan darah yang bisa berdampak positif pada jantung dan organ lain dalam tubuh. Penelitian di Denmark dan India menyebutkan jahe bisa mengatasi migrain dan menurunkan kolesterol. Peneliti di Denmark menemukan bahwa jahe bisa mencegah efek yang ditimbulkan dari prostaglandin atau molekul lemak yang berfungsi sebagai hormon. Zat inilah yang menyebabkan inflamasi pada darah di otak yang memicu migrain. Melalui eksperimen didapati 1/3 sdt bubuk jahe bisa mencegah terjadinya migrain. Jadi setelah muncul gejala, segera konsumsi bubuk jahe ini. 

6. Paprika
Paprika mengandung vitamin C yang tinggi, dan bisa membantu meningkat metabolisme tubuh. Rasa paprika bervariasi, mulai ringan hingga pedas.  Paprika merah biasa ditambahkan dalam makanan untuk memberikan variasi warna. Gunakan paprika untuk menghidupkan warna makanan pada ikan, ayam panggang, atau kentang tumbuk. Dengan kandungan antibakteri, paprika bisa menormalkan tekanan darah, meningkatkan peredaran darah, dan meningkatkan produksi air liur dan asam lambung untuk mengatasi masalah pencernaan.
 

7. Seledri
Seledri bisa mencegah infeksi di daerah kelamin dan saluran kencing. Seledri biasanya digunakan sebagai penghias makanan. Namun Anda juga bisa berkreasi dengan menaburkan seledri pada sup atau pasta. Jangan ragu menambahkan seledri pada makanan khas Indonesia seperti bakso, bubur ayam, atau soto. Seledri menganding vitamin C yang tinggi, setara dengan tiga buah jeruk.
 

8. Paprika merah
Mengonsumsi paprika merah bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Paprika juga bisa menyembuhkan flu dan batuk. Rasa pedasnya membuat masakan lebih lezat. Campurkan saja paprika pada sup, dalam rebusan dan
 salad dressing. Menurut riset, zat yang memberikan rasa pedas pada paprika merah juga bisa mencegah pertumbuhan sel kanker pankreas.

8. Rosemary
Rosemary biasa ditemukan pada makanan Perancis atau Italia, seperti pada masakan dari daging domba. Daun ini memproteksi tubuh dari kanker, bisa membantu mereka yang mengalami masalah ingatan sebagai akibat dari tekanan emosi atau mental. Antioksidan pada rosemary juga tinggi.

10. Kunyit
Warna kuning kunyit menyegarkan masakan Anda. Namun manfaatnya lebih menyehatkan bagi jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi masalah kolesterol. Studi mengaitkan manfaat kunyit dengan risiko kanker. Kunyit meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. Sebuah studi di University of Texas menemukan bahwa kunyit bisa menurunkan, bahkan menghentikan reproduksi sel kanker pada
 mieloma multipel. Kunyit juga bisa mengatasi radang sendi.

Rempah ini memang perlu ada di dapur Anda untuk ditambahkan dalam masakan Anda. Tak perlu takut berkreasi, karena toh manfaatnya bagi kesehatan tak tertandingi.